Konsistensi dalam menyiapkan konten-konten menarik merupakan sebuah syarat utama untuk menciptakan branding itu sendiri. Jika adanya pengabaian atas hal ini maka dipastikan peluang untuk bertahan lama di media sosial menjadi sulit diwujudkan.
Dengan demikian maka diperlukan upaya penyadaran, penyebarluasan pengetahuan serta strategi mempertahankan sebuah branding bagi komunitas itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai hal, sebagaimana yang saat ini dilakukan manajemen Project Literasi Digital Provinsi Maluku Utara.
Transformasi digital yang semakin memberikan banyak pilihan fitur dan aplikasi yang memudahkan manusia untuk berkarya dan berkreativitas saat ini dipandang penting untuk dibekali pengetahuan, pemahaman dan kecakapan digital. Dalam kerangka inilah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sedang gencar mengkampanyekan Literasi Digital (Makin Cakap Digital) termasuk pula di provinsi Maluku Utara.

Thamrin Ali Ibrahim selaku Project Manager Literasi Digital Maluku Utara mengatakan bahwa management project yang dipimpinnya saat ini sedang gencar melakukan kampanye literasi digital (makin cakap digital) di kalangan komunitas-komunitas di Maluku Utara. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan baik secaara online maupun offline, baik melalui webinar maupun nonton bareng webinar yang memperbincangkan berbagai tema-tema menarik.
“Sebagaimana talkshow yang akan digelar nanti bertajuk ‘Membangun Personal Branding Komunitas di Media Sosial’ yang dirangkaikan dengan acara Launching Smartphone Film Fest dan Pemutaran Film Perdana Kie Raha Project pada Sabtu (27/8) pukul 19.30 WIT di benteng Oranje Ternate,” tutur Thamrin.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.