Mengapa Julius Caesar dan Adolf Hitler begitu kejam dalam catatan sejarah? Memang karena mereka kekurangan pasokan literasi. Sebab yang mereka miliki hanyalah sebuah doktrin dan dogmatis atas insting kekuasaan semata.

Beda halnya dengan kekuasaan yang diemban oleh tokoh-tokoh muslim, misalnya Baginda Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Abu Bakar, Usman bin Affan, Sayyidina Ali, sampai pada penakluk Yerusalem Salahuddin Al Ayyubi dan penakluk konstantinopel Sultan Mahmed atau yang dikenal sebagai Sang Penakluk Al-Fatih.

Cerita tentang kepemimpinan para tokoh Islam pasti terdengar sangat menakjubkan, karena kepemimpinan mereka didasarkan pada literasi teologis (firman dan hadits). Allah SWT memberikan literasi yang pertama adalah Surat Al-Alaq 1-5 merupakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Surat itu diturunkan pada 16 Agustus 610 M.

Saat itu Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Dengan maksud agar Baginda Rasulullah menyelamatkan umat manusia dari kesesatan yang sulit diperbaiki. Diriwayatkan dalam Alquran, dalam pertemuan pertama Nabi Muhammad dengan Malaikat Jibril, Jibril berkata “Wahai Muhammad, bacalah!”.

Muhammad menjawab, ” Aku tidak dapat membaca”. Lalu Jibril memegang beliau seraya mendekapnya sampai Nabi Muhammad SAW merasa lelah.