Keluhan senada pula disampaikan oleh Fatmawati. Wanita yang juga pembuat aneka kue ini mengaku aktivitas usahanya terhambat gegara pemadaman listrik.

“Biasa mati lampu tara (tidak) begini. Dia mati paling lama setengah jam,  tapi ini sudah sampe 7 jam tara menyala, setengah mati saat tong (kita) ajar anak-anak belajar di rumah, ajar PR tugas sekolah, tapi lampu macam bagini,” tandasnya.

Mengenai hal ini Kepala PLN ULP Daruba, Rahmat saat dikonfirmasi belum merespon hingga berita ditayangkan.