Ia meminta pemda dan pemilik lahan bisa menyelesaikan persoalan ini secepatnya agar proyek kembali berjalan.

“Pak Haji Makmur dan Pak Asisten 1 ngobrol yang baik sehingga harga bisa baku atur dengan Pak Kabag (Pemerintahan),” pintanya.

Mendengar itu, Kepala Bagian Pemerintahan Darmin Djaguna langsung membantah. Ia menyebutkan penentuan harga tanah bukan ranahnya, tetapi keputusannya ada di tangan Pj Bupati.

“Kalau harga bukan di saya. Kalau yang begini-begini keputusannya ada di pimpinan. Saya tidak bisa putuskan di tempat ini karena keputusan itu bukan ada di saya,” bantahnya.

Karena itu ia meminta Makmur hadir di kantor bupati besok untuk melakukan penyelesaian.