“Menerima uang kertas lusuh kadang malas apalagi logam. Makanya, itulah perilaku yang terjadi di masyarakat saat ini,” ungkapnya.
Selain itu, saat ini nilai logam dibandingkan dengan harga barang relatif kecil.
“Sekarang 50 rupiah mau beli apa sih, makanya untuk logam ini preferensi menurun dibandingkan dengan dulu,” akunya.
Lanjut dia, BI akan selalu menyiapkan mata uang logam. Namun dikhawatirkan malah pedagang melakukan pembulatan seenaknya sehingga mengakibatkan harga barang bisa semakin meningkat.
Setian juga menegaskan, bahwa uang logam tetap dapat digunakan berbelanja karena mata uang rupiah logam masih sah dipakai.
“Kita mengimbau masyarakat yang menggunakan silahkan ditukar ke toko eceran,” tandas Setian.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.