Oleh: Bahrudin Tosofu
Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan
______
MASYARAKAT kita rentan menjadi sasaran politik uang. Ini menjadi alasan kenapa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan belakangan ini intens menggelar Bacarita Pemilu dengan sub tema “Menakar Kesiapan Pemilu Serentak 2024”.
Dialog yang melibatkan berbagai pihak seperti akademisi hingga jurnalis ini, tentu bukan tanpa alasan.
Selain mencari solusi, juga sebagai upaya menyatukan persepsi dengan melihat pemilu dalam konteks yang lebih luas.
Tak bisa dinafikkan jika demokrasi dibangun dengan uang, jelas akan berbeda. Selain terdegradasi, praktik semacam itu dapat mendistribusikan para pecundang demokrasi dalam sistem politik yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil).
Tapi sejauh ini, politik uang dipandang sebagai sesuatu yang lazim. Semacam sebuah tradisi -yang tanpa uang- pesta demokrasi seakan terasa hampar.
Ini sejalan dengan apa yang dinyatakan James Pollock (1920), bahwa relasi antara uang dan politik akan terus menjadi persoalan besar dalam demokrasi dan pemerintahan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.