“Surat-surat lengkap. Sudah tiga kali bayar kurang lebih 5 tahun ini. Cuma saya kan tidak pernah koar-koar,” ujarnya.

Dosen Universitas Pasifik ini menegaskan bakal memanggil pihak ahli waris untuk meminta penjelasan lahan mana yang diserobotnya.

“Tanah kami juga banyak, untuk apa serobot punya orang? Bahkan lahan mereka itu sejarahnya kakek kami yang kasih. Mungkin anak-anaknya tidak tahu soal itu,” beber Parto.

Ia bilang, jika ahli waris hendak menjual tanah mereka, silakan berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan Pemda. Tapi ia mengecam dirinya disebut menyerobot lahan orang.

“Bilang ke mereka, saya akan polisikan mereka. Mereka pikir saya bodoh sembarang jual tanah? Sertifikat saya lengkap kok,” tegasnya.