Beberapa tahun terakhir, Perhapi sudah melakukan berbagai identifikasi di lapangan, bahwa konsekuensi dari pengelolaan SDA banyak terjadi kerusakan lingkungan, baik kerusakan sungai, penebangan pohon atau pengelolaan limbah yang belum sesuai.

Untuk itu, Perhapi terus intens memberikan warning kepada pihak-pihak yang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan.

“Mungkin ada pihak yang melaksanakan aktivitas di luar dari kaidah dan norma-norma yang telah diatur sehingga Perhapi punya tugas penting untuk mengingatkan kepada pelaku usaha untuk tetap menjaga keberlangsungan lingkungan,” tandas Muhlis.