Kunjungan ini, kata Wali Kota, menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Sebab seorang dai besar bisa hadir di kota kecil ini.
Ia juga berharap safari dakwah ini membawa berkah tersendiri bagi negeri Limau Duko tersebut.
“Semoga kunjungan ini menjadi sebuah berkah tersendiri bagi kami di negeri Limau Duko, yang terkenal dengan kegigihan dan rasa patriotisme yang tinggi dari para pejuang pendahulunya, sehingga wilayah dari Kesultanan Tidore diberikan kepada bumi pertiwi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuh Ali.
Sementara itu, UAS saat mengawali tausiyahnya menyampaikan kesan pertama saat menginjakkan kaki di Kota Tidore Kepulauan.
Ia mengatakan, Kota Tidore Kepulauan selain terkenal dengan alam yang indah dan suasana yang tenang, juga terlihat keramahan dari masyarakatnya yang luar biasa.
“Kesan pertama saya menginjakkan kaki di Kota Tidore Kepulauan, saya lihat adalah keramahan yang luar biasa dari masyarakatnya. Kotanya juga sangat bersih, dan bisa bertahan selama 9 tahun mendapat penghargaan Adipura, itu bukan kebetulan tapi kebiasaan yang telah dijaga sejak lama,” tuturnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.