Tandaseru — Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Risyapudin Nursin mengimbau para buruh tak menggelar unjuk rasa dalam merayakan Hari Buruh (May Day).
Hal ini disampaikan Risyapudin saat melaksanakan buka puasa bersama Serikat Pekerja/Buruh dan OKP Cipayung Plus serta Pemprov Malut di Kota Ternate, Kamis (28/4).
“Di kesempatan yang baik ini kami semua berdialog untuk bagaimana konsep kita nanti dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day,” ucapnya.
Menurut Risyapudin, konsep yang dilakukan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park tahun lalu sangat bagus ditiru. Di mana PT IWIP menggelar sejumlah kegiatan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Perusahaan menginisiasi mengajak seluruh elemen buruh untuk bersama-sama merayakan May Day di salah satu tempat yakni aula yang begitu besar yang digagas dalam bentuk acara syukuran, berdoa, dan juga menyampaikan orasi, menyatakan pendapat dan gagasannya begitu juga sangat direspon oleh pemerintah setempat,” tuturnya.
“Yang terpenting adalah komunikasi dan tercapai apa yang diinginkan elemen buruh itu sendiri. Nah inilah yang harus kita contohkan sehingga dalam menyampaikan pendapat agar tujuannya pun bisa tercapai,” imbuh Risyapudin.
Meski demikian, Polda siap melakukan pengamanan jika memang terjadi demonstrasi peringatan Hari Buruh di jalanaan.
“Contohnya seperti di Kota Ternate akan kita perintahkan Kapolres Ternate untuk berkoordinasi dengan pemkot, Dekot Ternate, Disnaker Malut untuk mencoba menginisiasi, menggiring bahwasanya May Day ini betul-betul hari yang sakral atau istilahnya hari ulang tahun yang mesti kita bersama-sama berdoa, mensyukuri peringatan hari tersebut,” ujarnya.
“Kami berharap terkait aksi unjuk rasa memperingati May Day para elemen buruh maupun OKP dalam menyampaikan pendapat maupun gagasan mereka bisa melalui dialog atau komunikasi dua arah. Jangan dengan cara memprovokasi, tindakan anarkis sampai melakukan pengrusakan fasilitas umum, karena semua itu milik kita bersama,” tandas Risyapudin.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.