Tandaseru — Lomba semarak Festival Ela-ela antarkelurahan di Kota Ternate, Maluku Utara, resmi dibuka Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman bersama Sultan Ternate Hidayatullah Sjah, Kamis (28/4) malam.
Pembukaan lomba ela-ela yang diikuti 18 peserta dari 17 kelurahan pada 5 kecamatan ini dipusatkan di halaman kedaton Kesultanan Ternate.
Ela-ela atau menyalakan obor merupakan tradisi di Maluku Utara yang dilaksanakan saat malam ke-27 Ramadan dalam menyambut malam lailatulqadar.
Pantauan tandaseru.com, sekitar pukul 19.10 WIT mengawali acara pembukaan festival ditandai dengan pembakaran obor utama dari batang pisang yang dihiasi daun kelapa dan aneka buah-buahan. Namun terlebih dahulu dilakukan pembacaan doa oleh perangkat kesultanan.
Halaman kedaton pun terlihat ramai, bukan hanya karena perangkat adat Kesultanan Ternate dan pejabat Pemkot Ternate yang hadir, acara ini turut mengundang antusiasme warga Kota Ternate.
Usai melaksanakan pembukaan festival, Sultan beserta perangkat adat dan Wali Kota naik ke dalam kedaton. Berselang beberapa menit kemudian Sultan Ternate ke-49 ini ditandu pengawalnya berangkat ke Masjid Sultan yang berjarak sekitar 150 meter untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Salah satu perangkat Kesultanan Ternate yang menjabat sebagai Jou Hukum Soasio Gunawan Yusuf Radjim mengatakan, tradisi ela-ela tahun ini berlangsung hikmat dan sangat disyukuri karena sempat selama 7 tahun berturut-turut tidak dilaksanakan Kesultanan Ternate.
Pelaksanaannya di Ramadan tahun 2022 ini bisa digelar setelah penobatan Sultan Hidayatullah Sjah.
“Sudah kurang lebih 7 tahun tidak kita laksanakan karena bertepatan dengan adanya kekosongan sultan,” kata Gunawan.
Selain tradisi ela-ela, lanjut dia, sebelumnya pada sore di hari yang sama ba’da Asyar telah dilaksanakan ritual “Sigi Ma Pake Uci” atau dibawanya benda-benda pusaka masjid dari kedaton ke Masjid Kesultanan Ternate.
Malamnya ba’da Magrib setelah dibakarnya obor ela-ela dilaksanakan pula prosesi yang dinamakan “Kabasarang Uci”. Prosesi ini adalah pengantaran benda-benda pusaka bersamaan dengan Sultan saat Sultan pergi melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Sultan.
“Prosesi ini sudah dilaksanakan selama ratusan tahun dan pada tahun 2022 ini kita laksanakan,” katanya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.