Tandaseru — Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, diketahui memegang lebih dari satu jabatan pada saat yang sama.

Kepala Dinas Perhubungan Ahdad Hi Hasan adalah salah satu contohnya. Ahdad saat ini juga dipercayakan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketua Satgas Cipta Lapangan Kerja (CLK) Pasar Rakyat CBD.

Selain Ahdad, Sekretaris Daerah M Umar Ali juga ditunjuk menjadi Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Lalu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalbi Rasid juga menjabat Plt Asisten 2 Setda. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Suriani Antarani menjabat Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Kepala Dinas Pertanian Anwar Husen menyambi jabat Plt Kepala Dinas Pariwisata.

Kepala BKD Pulau Morotai Kalbi Rasid ketika dikonfirmasi tandaseru.com membenarkan adanya beberapa pimpinan OPD merangkap jabatan.

“Terkait dengan rangkap jabatan itu kan bukan jabatan definitif, hanya jabatan Plt. Dan itu hanya menjalankan fungsi-fungsi manajerial di tingkat atas. Tapi secara teknis itu didukung oleh eselon 3 dan 4,” kata Kalbi saat ditemui di kantor bupati, Rabu (20/4).

Rangkap jabatan itu, menurut Kalbi, sebenarnya tidak terlalu bermasalah sama sekali. Sebab tujuan Plt hanya untuk menjalankan tugas-tugas harian.

“Kalau Pak Ahdad definitifnya di Kadis Perhubungan. Sama juga saya, misalnya BKD saya di-Plt-kan di Asisten 2,” akunya.

Sementara Ahdad Hi. Hasan yang dikonfirmasi terpisah mengakui saat ini dirinya mengemban tiga jabatan.

“Saat ini memang pertama saya definitifnya di Kadis Perhunungan. Itu semenjak Januari tahun 2020 saya dilantik sebagai Kadis Perhubungan. Saya bertugas atau berkantor di lokasi CBD aktivitas pada bulan Agustus kalau tidak salah kemarin tahun 2021 saya diberi tugas tambahan oleh Pak Bupati sebagai Ketua Satgas Cipta Lapangan Kerja CBD,” terangnya.

Ahdad bilang, ia diberikan tugas tambahan untuk mengelola manajemen Pasar CBD dengan baik.

“Sehingga saya diberi beban tamabahan sebagai Ketua CLK,” akunya.

Lalu pada Januari 2022, Ahdad diberi amanah tambahan sebagai Plt Kadis PMD usai Marwan Sidasi dicopot.

“Yakni untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan Pilkades. Jadi ketika saya jabat sebagai Plt Kadis PMD tugas utama saya adalah melaksanakan Pilkades di 88 desa,” paparnya.

Bagi Ahdad, kesempatan memegang lebih dari satu jabatan diambilnya lantaran ia menyukai tantangan dan ingin belajar lebih banyak tentang berbagai tupoksi.

“Kalau saya pada prinsipinya begini. Yang pertama masih muda, bahwa saya anggap ini adalah tantangan dan belajar sehingga amanat yang diberikan oleh pimpinan bisa dijalankan. Saya coba untuk bisa melaksanakan dengan sebaik-baik mungkin sesuai dengan amanat yang telah diberikan,” tandas mantan Kepala BPKAD ini.