Tandaseru — Dampak dari pandemi Covid-19 sangat luar biasa berefek pada perekonomian nasional. Tak terkecuali bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikenal sebagai salah satu landasan atau pilar ekonomi bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, R. Eko Adi Iriyanto pada acara Pameran UMKM dan Sosialisasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Berwisata Indonesia, yang digelar di Jatiland Mall Ternate, Sabtu (26/2).

Ia bilang, Bank Indonesia berusaha mendorong 5 inisiatif kebijakan yang bekerja sama dengan pemerintah sejak tahun 2020. Inisiatif kebijakan yang pertama yaitu membuka kembali sektor-sektor produktif yang aman.

Meskipun diakuinya, tidak semua sektor bisa langsung didorong BI mengingat situasi Indonesia yang masih dilanda pandemi Covid-19.

“Pemerintah sudah mengucurkan banyak insentif sejak tahun lalu, termasuk buat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena UMKM ini salah satu sektor produktif yang bisa kita dorong untuk tetap aman berproduksi selama pandemi,” jelasnya.

Inisiatif kebijakan kedua, sambung Eko, BI berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengakselerasi belanja pemerintah, belanja fiskal melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sementara ketiga, BI sebagai otoritas moneter dan makroprudensial, mengeluarkan kebijakan-kebijakan moneter dan makroprudensial yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan ekonomi kita termasuk perekonomian UMKM.

“Keempat, kami berupaya mendorong agar perbankan lebih gencar lagi menyalurkan kredit. Mudahan-mudahan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini akan jauh lebih baik lagi dari tahun lalu terutama buat UMKM,” paparnya.

Inisiatif kebijakan kelima dan menjadi kebijakan yang paling penting menurutnya yaitu, BI mendorong digitalisasi ekonomi keuangan.

“Mengapa digitalisasi? Karena itu merupakan salah satu strategi mengatasi pandemi. Pandemi membuat mobilitas kita terbatas, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengakses kemana pun, tidak bisa berbelanja dimanapun, karena ada teknologinya, ada sarana yang bisa kita pakai, misalnya pembayaran menggunakan QRIS dan atau aplikasi keuangan digital lainnya,” tandasnya.