“Harapan kami kerja sama masih berlanjut. Desa masih membutuhkan peran para akademisi dan mahasiswa,” ucapnya.

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Unkhair Jainul Yusup menambahkan program MBKM masih akan berlanjut pada semester berikut, karena kerja sama dengan Desa Tiowor sebagaimana tertuang dalam memorandum of action (MoA) berlaku selama 5 tahun.

“Yang jelas kami masih akan menurunkan mahasiswa Ilmu Sejarah pada semester ganjil nanti, sekitar pada bulan September-Oktober, sambil mengevaluasi program-program dan evaluasi kekurangan kami sehingga pada pelaksanaan nanti lebih bagus dan terbaik,” ujarnya.

“Kalau dibilang ya masih terasa kurang, dan kekurangan itu akan kami evaluasi dan benahi bersama, baik internal program studi maupun diskusi dengan pemerintah desa, dalam hal ini Desa Tiowor Kecamatan Kao Teluk,” pungkas Jainul.

Sekadar diketahui, penarikan peserta MBKM Ilmu Sejarah Unkhair dilakukan pada Kamis (3/2) malam. FIkut dalam penarikan MBKM Ilmu Sejarah Unkhair ini para dosen Ilmu Sejarah Unkhair di antaranya Ketua Prodi Ilmu Sejarah Jainul Yusup, Dr. Nurachman Iriyanto, Mustafa Mansur, Junaib Umar dan Rusli M Said. (pn)