Tandaseru — Rencana pemindahan pelabuhan speedboat rute Ternate–Tidore Kepulauan mendapat penolakan warga Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan, Maluku Utara, Senin (31/1).
Sebelumnya, pelabuhan di Bastiong itu hendak dipindahkan ke Pelabuhan Semut di Kelurahan Mangga Dua Selatan.
Warga pun menggelar aksi di area pelabuhan. Koordinator Aksi, Nawan, saat diwawancarai mengatakan alasan penolakan itu semata-semata berkaitan dengan faktor ekonomi.
“Alasannya adalah faktor ekonomi. Karena kalau di Pelabuhan Bastiong orang lama siapa saja bisa mancari (mencari uang, red) dengan bebas. Sementara kalau dipindahkan ke Mangga Dua maka kita yang dari Pelabuhan Bastiong akan susah mendapat tempat (mancari),” tegasnya.
Meski begitu ia mengaku, aksi damai ini dilakukan secara spontan oleh warga Bastiong.
“Kalau memang tidak ada langkah selanjutnya dari pihak syahbandar maka kita akan kembali melakukan aksi yang kedua kalinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, warga tetap mempertahankan agar pelabuhan speedboat Bastiong tidak dipindahkan, karena kalau dipindahkan efeknya adalah dampak negatif ekonomi bagi warga Kelurahan Bastiong itu sendiri.
“Jika aksi kita ini tidak diakomodir maka kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi karena ini soal kebutuhan ekonomi kita,” ujarnya.
Sementara Kepala KSOP Kelas II Kota Ternate Agustinus saat dikonfirmasi mengaku, pemindahan dilakukan karena Pelabuhan Mangga Dua sudah ada fasilitas yang bagus.
“Kenyamanan dan keselamatan bisa dijamin dengan fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Ia mengaku, sejauh ini jalur koordinasi telah dibangun dengan semua sektor seperti Dinas Perhubungan Tidore Kepulauan dan Dinas Perhubungan Kota Ternate.
“Kita tetap lakukan koordinasi dengan semu stakeholders untuk mencari jalan terbaik. Kita tetap berupaya mencari jalan terbaik, karena kita tidak bisa berjalan sendiri harus butuh pihak-pihak yang mendukung,” tandas Agustinus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.