Tandaseru — Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Maluku Utara, membantah adanya kesengajaan manipulasi data vaksinasi Covid-19. Dugaan manipulasi data ini sebelumnya mencuat saat sejumlah warga yang belum divaksin datanya justru telah terinput dalam aplikasi PeduliLindungi sebagai penerima vaksinasi.
Kepala Bidang P2 Dinkes Kepulauan Sula, Saiful Makasar, kepada tandaseru.com mengatakan banyaknya pekerjaan tim vaksinator bisa menimbulkan kesalahan penginputan data.
“Setiap pekerjaan yang menumpuk dan melibatkan banyak orang bisa menimbulkan sebuah kesalahan, apalagi saat proses pengetikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) seseorang dalam jumlah yang banyak,” tutur Saiful, Rabu (12/1).
Jika terjadi kesalahan pada sejumlah data dan nama yang sudah terinput, sambungnya, maka akan diperbaiki kembali.
“Akan dikroscek dan diperbaiki,” ujarnya.
Saiful pun membantah adanya kesengajaan manipulasi data.
“Dalam pengetikan NIK yang menumpuk di meja antrean, pasti akan ada kesalahan dalam penginputan dan itu bisa diperbaiki kembali,” ungkapnya.
Kasus yang terjadi di Puskesmas Pohea tersebut, Saiful menyebutkan, kemungkinan bisa terjadi di puskesmas lain yang ada di Kepulauan Sula. Bahkan, kasus salah penginputan data ini pernah terjadi di daerah lain.
“Saya tidak tahu karana baru saja terjadi di Puskesmas Pohea. Namun tidak menjadi kemungkinan ada juga di puskesmas lain. Karena hal ini bukan saja terjadi di Kepulauan Sula, di daerah lain pun ada terjadi kesalahan seperti ini,” imbuh Saiful.
Ia juga menambahkan, untuk data sasaran vaksinasi di Kepulauan Sula yang sudah terinput ke pusat data Kementerian Kesehatan bisa diperbaiki kembali pada pertemuan evaluasi per tiga bulan.
“Itu bisa diganti atau diubah kembali pada pertemuan evaluasi data per tiga bulan,” tandas Saiful.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.