Tandaseru — Angka kecelakaan lalu lintas di Halmahera Selatan, Maluku Utara, sepanjang tahun 2021 naik drastis dibanding tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polres Halmahera Selatan, IPDA Riko Ibrahim, ketika disambangi tandaseru.com di ruang kerjanya menyampaikan, pada tahun 2020 lakalantas ‘hanya’ 9 kasus, 5 orang meninggal dunia, luka berat 4 orang dan luka ringan 13 orang. Sedangkan kerugian material yang dialami sebesar Rp 18.500.000.
“Sedangkan di tahun 2021 ini naik menjadi 30 kasus, 11 orang meninggal dunia, dan 19 luka berat, kerugian material yang dialami sebesar Rp 97.700.000,” ungkapnya, Jumat (31/12).
Maraknya lakalantas ini disebabkan kesadaran berkendara masih minim. Kebanyakan kecelakaan yang terjadi rata-rata pengendaranya tidak menggunakan helm.
“Sehingga untuk menekan angka kecelakaan yang setiap tahun naik ini maka kami akan melakukan penindakan di lapangan,” ujar Riko.
Ia berharap di malam Tahun Baru ini tidak lagi terjadi lakalantas. Riko juga mengimbau masyarakat agar tertib berlalulintas dengan menggunakan helm dan tetap taat pada protokol kesehatan.
“Kami akan menerjunkan pasukan untuk pengamanan akhir tahun, sebanyak 9 titik di dalam Kota Bacan akan dijaga, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi alkohol dan ugal-ugalan dijalan yang nanti menyebabkan kecelakaan,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.