Tandaseru — DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meminta pemerintah kota serius menangani masalah anak dan remaja yang kecanduan mengonsumsi lem aibon.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, yang diwawancarai menyesalkan kondisi remaja saat ini yang terjerumus dalam pesta lem aibon.
Kata dia, sudah seharusnya dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Perempuan dan anak, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan lainnya sama-sama menyeriusi masalah remaja Kota Ternate saat ini.
“Kemarin telah ditemukan sejumlah siswa yang pesta lem di lokasi Benteng Oranje, kini kembali ditemukan sejumlah siswa dan remaja yang melakukan hal serupa di tepi jalan,” ujar Nurlaela, Selasa (30/11).
Remaja yang ditemukan itu terdiri atas 3 perempuan dan 5 laki-laki.
“8 remaja ini diamankan pihak Polda Malut saat menikmati lem di samping jalan Bank Indonesia,” ungkap politikus Partai Nasdem itu.
Menurutnya, kondisi remaja Kota Ternate saat ini sangat disayangkan karena penggunaan lem sangat tinggi.
“Kita berharap ada perhatian khusus dari pihak keluarga, lingkungannya, RT/RW, kelurahan, Bhabinkamtibmas, pemuda dan lainnya agar memperketat kontrolnya terhadap remaja kita yang ada di setiap lingkungan,” kata Nurlaela.
Kota Ternate sudah mempunyai Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2017 tentang P4GN yang di dalamnya membahas soal klasifikasi zat adiktif. Lem aibon masuk dalam klasifikasi zat adiktif lainnya.
“Dengan tingginya penggunaan lem di Kota Ternate, sudah seharusnya ada surat edaran atau instruksi kepada toko atau tempat yang menjual lem tersebut. Agar yang membeli lem minimal ada semacam bukti pernyataan yang kuat agar lem tersebut tidak sembarangan dijual,” tegas Nurlaela.
“Kita berharap ada perhatian serius dari Pemkot Ternate untuk melindungi anak-anak dan remaja kita dari penggunaan lem aibon,” tandasnya.
“Buat lah aturan terhadap pelaku usaha, agar tidak dijualkan secara bebas lem tersebut, agar ada pembatasan yang bisa mengontrol jalur pembelian lem di Kota Ternate,”pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.