Namun perjalanan karier Hengky di Persiter hanya bertahan semusim. Setelah itu dirinya dan beberapa pemain Persiter memperkuat PSS Pekanbaru di Liga 1 seperti Rahmat Rivai dan Safrudin pada musim 1998 sampai 2000.
“Setelah dua musim perkuat PSS Pekanbaru kemudian saya berlabuh ke Pupuk Kaltim di tahun 2000 sampai 2002. Saat itu Pupuk Kaltim juga diperkuat mantan pemain Persiter seperti halnya Safrudin dan Firdaus Nyong,” ungkapnya.
Ketika itu, Hengky menjadi salah satu kiper yang paling banyak dilirik klub besar Liga 1 usai membela PSM Makassar sejak musim 2003 sampai 2005. Ia juga mengantarkan klub tersebut menjadi runner up Liga 1 tahun 2005.
Tampil gemilang bersama PSM Makassar membuat Persik Kediri akhirnya membelinya di tahun 2006. Selama semusim membela Persik Kediri, Hengky mampu mengantarkan Persik Kediri jawara Liga 1. Di partai final, Persik berhadapan dengan PSIS Semarang.

Arema Malang lantas meminang Hengky untuk musim 2007 sampai 2008.
Selama membela Arema Malang, Hengky merasa ada persaingan yang cukup ketat, sebab saat itu dirinya harus bersaing dengan Hendro Kartiko dan Ahmad Kurniawan yang juga penjaga gawang tak tergantikan di Arema.
Arema Malang menjadi pelabuhan terakhir dalam karier pemain bola Hengky Oba. Faktor usia membuatnya harus gantung sepatu.
“Setelah dari Arema saat putuskan pensiun dari dunia sepak bola, saat itu di usia 35 tahun,” terang Hengky.
Sedikit mengengok ke belakang, atau saat dirinya berseragam Persiter, Hengky pernah nyaris menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tepatnya saat Persiter dipromosikan ke Liga 2.
Hengky menceritakan, saat itu beberapa pemain Persiter mendapat tawaran menjadi aparatur sipil negara oleh Bupati Maluku Utara Abdullah Asagaf.
“Bapak Bupati saat itu memanggil kami beberapa pemain untuk diangkat menjadi PNS. Ada sebagain saat itu mau menjadi PNS, tetapi saya justru menolak karena lebih fokus peningkatan karier. Karena saat itu gila bola sekali, makanya tawaran itu kadang tidak begitu tertarik. Akhirnya beberapa pemain itu kemudian jadi PNS,” kata dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.