“Contoh seperti di Sofifi kemarin pun tidak bisa. Galon yang diterima itu cuma dua-dua galon, jadi alasan itu bohong, dibatasi semua,” bebernya.

Bahkan, imbuh Martinus, pemda akan berkoordinasi dengan kepolisian menyidak pengecer yang menjual BBM di atas harga normal.

“Mulai besok itu dibatasi lagi. Yang pasti tiap hari itu akan ada, tetapi memang untuk sementara Pertamina membatasi, dan hari Jumat sampai Sabtu itu ada sedikit tambahan dari Pertamina,” ujarnya.

Terpisah, Direktur SPBU Halbar, Marlon, mengungkapkan setiap hari Pertamina memasok BBM hingga 15 ton ke Halbar.

“Kadang kita minta 20 atau 25 ton, pihak Pertamina memberikan tidak sesuai permintaan. Ini juga tergantung stok yang di sana. Untuk harga yang diberikan pada pengecer itu sesuai standar,” terangnya.

Marlon minta Disperindagkop menertibkan pengecer yang bermain harga dengan menjual Pertalite hingga Rp 12.000 sementara harga standarnya hanya Rp 7 ribu lebih.

“Paling tinggi yang dijual di depot-depot itu keuntungannya Rp 1.000 saja sudah boleh. Dan yang menjadi masalahnya itu dari tangan ke tangan sehingga harga pengecernya naik, jadi kita akan melakukan penertiban,” pungkasnya.