Tandaseru — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unipas Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Morotai, Kamis (28/10), dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP).
Dalam aksi yang dikoordinir Pram Fhikir ini, massa aksi menyoroti maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Mereka membawa pula spanduk bertuliskan “Morotai Darurat Kekerasan Perempuan dan Pelecehan Seksual. Mosi Tidak Percaya kepada Kepolisian, Stop KDRT, Minimnya Sosialisasi di Masyarakat dan Anak di Bawah Umur, Rumah Aman untuk Korban Pelecehan”.
“Saat ini Morotai darurat kekerasan perempuan dan pelecehan seksual. Maraknya isu kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur tak bisa dipungkiri oleh kalangan masyarakat luas. Tindakan Pelecehan, pencabulan, dan pemerkosaan sudah seperti makanan sehari-hari,” ucap Fhikir.

Fhikir bilang, hasil survei Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menunjukan tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur yang terjadi di Maluku Utara.
“Pada tahun 2021, memakan korban kurang lebih 120 orang. Sedangkan di Pulau Morotai sendiri, tercatat di pihak kepolisian dan Kejaksaan Tinggi pada tahun 2021, memiliki tingkat kekerasaan perempuan yang tidak bisa lagi dipandang remeh oleh masyarakat,” cetusnya.
Bahkan belum lama ini masyarakat Pulau Morotai sempat digegerkan dengan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum polisi.
“Bahwa oknum yang terlibat dalam kekerasan seksual terhadap perempuan adalah salah satu dari pihak kepolisiaan yang tidak bertanggungjawab. Hal ini tentu sangat berdampak pada psikologis korban-korban kekerasan, trauma berkepanjangan dan keterasingan sosial adalah hal yang pasti,” tegas Fhikir.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.