Tandaseru — Maluku Utara hanya berada di dasar klasemen pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Atlet Maluku Utara yang dibawa untuk berkompetisi di PON XX Papua hanya bisa meraih tiga medali perunggu.

Medali perunggu yang dibawa pulang itu pada cabang olahraga sepatu roda yang diraih Nurul Nazwa, cabang olahraga Muaythai kelas 57 kg putra yang diraih M Vicky Muchlis serta cabang olahraga tinju kelas 45 kg yang diraih Metirina Nenohai.

Atas hasil tersebut, Maluku Utara berada di posisi 33 klasemen dari 34 provinsi yang mengikuti PON XX Papua 2021.

Hasil yang diraih Maluku Utara tersebut membuat Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Maluku Utara Husain Alting Sjah angkat bicara.

Husain yang juga Sultan Tidore itu menyatakan, Maluku Utara kalah bersaing dengan daerah lain yang mengikuti PON XX Papua merupakan bukti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara di dunia olahraga.

Padahal, lanjut Husain, Maluku Utara punya bibit atlet yang punya potensi sangat banyak.

“Sejauh ini perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku Utara soal dukungan anggaran sudah maksimal, hanya saja perhatian pemerintah provinsi dan daerah saja yang minim perhatian. Jika pemerintah provinsi dan daerah punya perhatian, tentu di alokasi APBD anggaran untuk pengembangan olahraga di Maluku Utara sangat besar,” ujar Husain, Jumat (15/10).

Menurutnya, dukungan anggaran untuk pengembangan olahraga di Maluku Utara terlalu minim, baik provinsi maupun kabupaten/kota setiap tahun.

“Seharusnya pemerintah provinsi dan daerah sudah membangun sebuah kolaborasi, guna mengembangkan kemajuan olahraga di Maluku Utara. Atlet yang ada di Maluku Utara dari berbagai cabang olahraga sangat banyak, dan punya potensi yang bisa dikembangkan untuk bersaing dengan daerah lain, namun hal ini karena dukungan pemerintah yang minim makanya potensi para atlet kita sulit dikembangkan,” tegasnya.