Latar ekonomi James Uang sebagai calon bupati dengan modal pas-pasan dan tingginya tuntutan tubuh politik, berpotensi membuka ruang konsolidasi politik ala-ala bisnis yang makin melebar -melibatkan orang kaya seperti Benny Laos, Bupati Pulau Morotai, sebagai pemodal dalam kontestasi pemilukada. Hubungan ekonomis atas dasar kesepakatan berbasis untung-rugi, dibangun dan berkelindan dalam kekuasaan yang direncanakan.

Teoritikus Harold Kelley dan John Thibaut menamai fenomena ini sebagai pertukaran sosial yang berhubungan dengan transaksi dagang. Artinya, kehadiran Benny Laos di belakang James Uang yang diakuinya, tentu penuh dengan hitung-hitungan ekonomis -ada ganjaran yang setimpal dengan biaya yang didermanya.

Dalam studi oligarki ala Jeffrey Winters, keberadaan orang seperti Benny Laos yang diakui calon Bupati James Uang berada di belakangnya, sebenarnya sangat sulit diidentifikasi. Namun hal berbeda terjadi di Halmahera Barat. Hampir seluruh pasangan calon secara telanjang memamerkan keterlibatan pemodal dalam kontestasi pemilukada. Keterlibatan bos-bos besar seperti, Hengki Polisar, Paulus dan Benny Laos, menegaskan bahwa ada campur tangan orang yang mengendalikan sumber daya material pada calon yang didukungnya.

Fakta keterlibatan Hengki Polisar dalam pemilukada 2015 lalu jadi monumen politik yang terpahat dalam benak masyarakat Halmahera Barat. Sampai tiba masa perpecahan yang dicurigai karena pendistribusian keadilan yang tak lagi merata. Akibatnya, Hengki Polisar melabuhkan pilihannya ke Denny Palar, pilihan yang berbeda dari sebelumnya.

Tesis Winters tentang keberadaan oligarki yang sulit teridentifikasi nampaknya mulai bergeser. Halmahera Barat jadi contoh anomali, ibarat gambaran Karl Popper tentang kepercayaan yang mengakar di Eropa, bahwa semua angsa di sungai adalah putih. Namun akhirnya runtuh, ketika para pelancong Eropa menemukan angsa hitam di Sungai Victoria, Australia pada pertengahan abad ke-17. Halmahera Barat adalah angsa hitam, mudah untuk dilihat, mudah pula untuk diidentifikasi.

Tidak Sekadar Bayangan

Hari pencoblosan kian dekat, namun isu pelanggaran pemilu terus bergerak menyasar ruang-ruang publik. Pemerannya tentu saja kontestan pemilukada. Sang petahana Danni Missy dituduh menggunakan sistem kekuasaan untuk memanipulasi bansos yang dibagikan ke masyarakat di Jailolo Timur. Sedang Zakir Mando, tim suksesnya pernah tertangkap tangan secara sembunyi-sembunyi melakukan money politics di Desa Guaemaadu, Jailolo, namun berhasil dicegat oleh warga setempat.