Tandaseru — Sepanjang tahun 2018 hingga 2020 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, telah membangun jalan tani sepanjang 200 kilometer.

Plt Kepala Dinas PUPR Morotai,  Ramlan Drakel mengatakan jalan tani tersebut tersebar di desa-desa di semua kecamatan.

“Hanya desa kepulauan saja yang tidak ada,” kata Ramlan, Selasa (6/7).

Plt Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Ramlan Drakel. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Anggaran proyek jalan tani ini murni bersumber dari APBD.

“Per kilo itu kena Rp 30 juta. Memang anggarannya kecil karena kita sudah punya alat sendiri. Anggaran itu hanya untuk BBM dan sewa operator. Kan proyek ini hanya swakelola, jadi tidak ganti rugi tanaman. Karena kerja juga berdasarkan proposal yang diajukan dari desa,” jelasnya.

Tahun ini, Dinas PUPR kembali menganggarkan proyek jalan tani senilai Rp 1,5 miliar dengan target pekerjaan 60 km.

“Yang kita kerja saat ini sudah sekitar 30 km. Kendala kita hanya cuaca. Kalau cuaca baik 60 km bisa target 10 bulan selesai,” terang Ramlan.

Bupati Benny Laos sendiri, sambungnya, menginginkan jalan tani minimal 10 km per desa.

“Pak Bupati maunya semua desa di luar desa kepulauan itu harus dibangun jalan tani minimal 10 km per desa. Jadi kalau dijumlahkan ada sekitar 70 desa berarti targetnya harus 700 km,” pungkasnya.