Akan tetapi, ujarnya, karena dalam kondisi pandemi Covid-19, maka penanganan resusitasi dasar yang diterapkan.

“Sesuai dengan rekomendasi yang kita terima dari pusat, bahwa untuk pasien-pasien dengan kondisi terminal seperti ini kita sudah tidak lakukan CPR lagi, karena itu sangat berisiko untuk kita para medis,” ujarnya.

“Jadi kita lakukan penanganan variatif saja untuk menunjang kehidupan pasien. Hanya saja, pasien ini kemarin masuk sudah dalam kondisi tidak bernapas dan jantungnya sudah tidak berdetak lagi. Sehingga bisa kita katakan arrest atau henti jantung,” terang Jogo.

Meski begitu, Jogo juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga jika ada hal-hal yang tidak berkenaan dalam proses pelayanan di RSUD Sanana. Namun, apa yang menjadi tugasnya selaku dokter, upaya dan tindakan medis sudah dilakukan semaksimal mungkin, namun nyawa pasien tidak dapat tertolong.

“Kami dari pihak RSUD menyampaikan permohonan maaf untuk pihak keluarga. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi semua kehendak Allah SWT,” tandasnya.