Tandaseru — Warga di Kepulauan Sula, Maluku Utara, mengeluhkan pelayanan medis di RSUD Sanana. Tindakan medis di rumah sakit tersebut dinilai tidak maksimal dan lamban dalam memberikan pelayanan.
Bahkan beredar rumor terkait ketiadaan tabung oksigen yang membuat seorang pasien positif Covid-19 meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, dr. Jogowiso Pulukadang, salah satu dokter yang bertugas di RSUD Sanana membantah rumor tersebut. Menurutnya, penyebab meninggalnya pasien tersebut bukan disebabkan tindakan medis yang lamban dan tidak tersedianya tabung oksigen di RSUD.
Terkait tindakan medis di RSUD Sanana saat itu, Jogo bilang, semua sudah sesuai standar maupun prosesur yang diterapkan di RSUD. Hanya saja, pasien yang dirujuk dari Puskesmas Falabisahaya itu sudah dalam kondisi kritis dan tidak lagi bernapas.
“Pasien yang datang kita layani sesuai dengan kebutuhan pasien. Datang dengan kondisi apapun kita akan lakukan pelayanan sesuai prosedur,” kata Jogo, Rabu (30/6).
Selain itu, lanjut Jogo, pasien yang dirujuk dari Puskesmas Falabisahaya itu sudah terkonfirmasi Covid-19. Bahkan, pasien sudah dalam kondisi henti jantung, atau yang dikenal juga dengan istilah cardiac arrest.
“Sesuai informasi yang kita dapatkan dari Puskesmas Fala, pasien ini sudah terkonfirmasi Covid. Kondisi pasien yang kita dapatkan ini, istilahnya sudah arrest, artinya sudah henti jantung,” ungkapnya.
Kondisi pasien semacam ini, sambungnya, harus dilakukan pertolongan pertama yang cepat, yaitu dengan menggunakan teknik resusitasi jantung paru atau CPR.
Soal ketersediaan tabung oksigen, Jogo menyatakan, masih ada stok 5 tabung oksigen di RSUD Sanana, bahkan ada penambahan 25 tabung lagi.
“Stok kita ada 5, tadi ada penambahan 25 tabung oksigen. Jadi stok kita ada,” terangnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.