Tandaseru — Sekretaris Jenderal Otonomi Khusus (Otsus) Tidore, Maluku Utara, Abdurrahim Saraha mendukung usulan Menteri Perdagangan untuk menunda pelaksanaan Sail Tidore 2021.

Abdurahhim menilai, penundaan dilakukan agar kesiapan panitia Sail Tidore, baik pusat maupun daerah, lebih matang lagi.

“Menteri Perdagangan dalam pekan kemarin telah menyurat kepada Menko Maritim dan Investasi yang meminta agar Sail Tidore 2021 ini ditunda pada 2022. Tentu ini usulan yang baik, mengingat kegiatan sail ini pada pengalamannya merupakan kegiatan yang sangat meriah. Satu contoh misal pada Sail Morotai, kita bisa melihat bagaimana seriusnya pusat bukan hanya perencanaan tapi benar-benar mengucurkan dan menggelontorkan anggaran berlimpah ruah untuk infrastruktur maupun teknis puncak kegiatan. Sail Morotai benar-benar jadi acuan yang baik bagi rencana kegiatan Sail Tidore,” ungkapnya, Senin (7/6).

Untuk itu, dirinya berharap Pemkot Tikep maupun pihak kesultanan hendaknya merumuskan satu sikap bersama agar meminta pemerintah pusat bisa menunda Sail Tidore 2021.

“Menurut saya, bahwa Sail Tidore ini nanti dalam tema strategis nasional untuk mengokohkan keutuhan Indonesia. Karena itu Sail Tidore mengambil tema Menyulam Kekuatan Kultural, Kokohkan Integrasi Nasional. Apalagi ini pada periode kedua Presiden Jokowi. Kesultanan Tidore, bersama Pemkot Tidore hendaknya menjadikan Sail Tidore ini sebagai salah satu kado terindah untuk Presiden Jokowi di periode terakhirnya. Karena saya yakin, jika dibuat secara baik dengan eksplorasi kultural yang mendalam dan memberi porsi yang tepat dan proporsional kepada Kesultanan Tidore maka diharapkan akan tumbuh kembali benih-benih kebersamaan, benih persaudaraan dalam ikatan kultural dengan Seram, Papua dan beberapa daerah lainnya, tentu juga akan mekar kembali dan tentu akan menjadi aneka bunga yang mewangi di taman nasional persatuan Indonesia,” terangnya.

Namun Abdurrahim sangat berharap Sail Tidore bukan ditunda pada tahun 2022 melainkan di tahun 2023.

“Karena itu kami mendukung ditundanya Sail Tidore tetapi mundurnya pada tahun 2023, bukan 2022. Kenapa 2023, karena kita juga harus memberi kesempatan kepada pusat agar dalam jeda itu dapat secara bertahap mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk menunjang pelaksanaan Sail, dan tentu akan memberi banyak waktu kepada Pemkot untuk dapat segera secara komprehensif merefocusing agenda-agenda maupun kegiatan-kegiatan strategis pada sail nanti. Kita setuju dengan ide M. Lutfi, Menteri Perdagangan dan juga minta Menteri Maritim dan Investasi untuk Sail Tidore 2021 ditunda pada November 2023,” pungkasnya.