Tandaseru — Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, memastikan pembangunan dermaga Hiri di Kelurahan Sulamadaha dikerjakan tahun ini.
Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat DPRD dengan Bappelitbangda, Selasa (8/6).
Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 1,5 miliar. Rp 100 juta di antaranya disiapkan untuk perencanaan, Rp 200 juta untuk pengurusan Upaya Pengelolaan Lingkungan–Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sementara sisanya Rp 1,2 miliar diperuntukkan bagi modal fisik.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menuturkan, proses persetujuan dari DPRD sangat dibutuhkan untuk pembangunan.
“Jadi pertemuan tadi DPRD sudah menyetujuinya. Untuk sisanya Rp 1,2 miliar ini merupakan peruntukan fisik dari breakwater dengan model tetrapod,” kata Rizal.
Menurutnya, hal tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membuat perencanaannya, karena anggarannya melekat di Dinas PUPR.
“Dan sambil menunggu pembuatan izin lingkungannya, dari situ baru diketahui konstruksi apa yang digunakan,” ujarnya.
“Setelah PUPR membuat perancangan, baru kita tahu apakah dibangun dengan menggunakan konstruksi tetrapod atau batu kosong,” jelas Rizal.
Menurutnya, jika persetujuan telah dikeluarkan maka PUPR diminta sesegera mungkin mengerjakannya.
“Setudaknya sudah ada informasi pelelangan dan lain-lain terkait dengan kesiapan dokumen,” pungkas Rizal.
Sementara Sekretaris Dinas PUPR Kota Ternate, Bambang Marasabessy menuturkan, dari modal fisik yang tersisa sebesar Rp 1,2 miliar, jika semua kelengkapan dokumen sudah disetujui maka diharapkan dalam waktu dekat proses lelangnya sudah dapat berjalan.
“Dari anggaran fisik yang Rp 1,2 miliar tersebut maka dapat diketahui targetnya bisa buat apa, apakah model tetrapod yang direncanakan, atau dengan anggaran Rp 1,2 kurang atau tidak. Jika kurang nanti ditambah lagi seperti apa, ini yang dibicarakan dengan DPRD,” ungkapnya.
Ketua DPRD Muhajirin Bailussy membenarkan usulan pembangunan Dermaga Hiri DPRD sudah disetujui.
“Tinggal tergantung pembuatannya dengan menggunakan skema tetrapod atau batu kosong, namun sebelum dibuat kita hanya minta membawakan dokumen perencanaan,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.