“Pertama adalah kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional dan pengalaman bekerja secara teknis yang dibuktikan dengan sertifikasi. Kedua adalah kompetensi manajerial, yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen dan pengalaman kepemimpinan,” jabarnya.
“Ketiga adalah kompetensi sosiokultural, yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan, dan keempat adalah kompetensi pemerintahan yang dibuktikan dengan sertifikasi. Dari empat syarat kompetensi ini, saya tidak tahu apakah para ASN yang baru dilantik itu telah memenuhi atau tidak saya tidak tahu yang jelas biar publik yang menilai. Namun saya ingin mengatakan bahwa dengan dilantiknya Juru Bicara Infokom Pemda Halbar sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menandakan bahwa Halbar sangat kekurangan SDM dalam hal manajemen keuangan,” terangnya.
Meski demikian, Tamin berharap pejabat yang baru dilantik adalah pejabat yang kompeten dan teruji baik secara teknis, manajerial maupun sosiokultural.
“Dengan begitu dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai abdi negara yang selalu berpihak kepada rakyat dalam memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Djufri Muhamad melakukan pelantikan sejumlah pejabat untuk mengisi jabatan pelaksana tugas di beberapa organisasi perangkat daerah. Salah satunya adalah Kepala Dinas Kominfo, Kehumasan, Statistik dan Persandian Chuzaemah Djauhar yang dilantik sebagai Plt BPKAD.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.