Tandaseru — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Zainuddin Umasangadji mendesak pihak sekolah maupun orangtua mengawasi dan tidak membiarkan anak berkeliaran jelang pengumuman kelulusan siswa tingkat SMP.

“Pengumuman kelulusan sendiri rencana akan dilakukan pada 4 Juni mendatang. Saya berharap agar ada kerja sama dan kesadaran kita bersama, baik sekolah maupun orangtua, agar dapat mengawasi anak dan peserta didik untuk tidak melakukan konvoi atau tindakan berlebihan jelang pengumuman,” harap Zainuddin.

Apalagi, tambahnya, saat ini pandemi Covid-19 belum reda. Untuk itu ia berharap agar tidak ada kerumuman yang dilakukan siswa jelang pengumuman.

“Saya berharap agar pihak sekolah mencari skema yang tepat dalam pengumuman kelulusan nanti, agar hindari kerumunan maupun siswa yang rencana lakukan konvoi. Terutama orangtua, agar lebih mengawasi anaknya, agar saat pengumuman selesai langsung balik bersamaan ke rumah,” tegasnya.

Zainuddin saat ditanyakan soal pelaksanaan proses belajar secara tatap muka di Kota Tikep mengaku akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

“Tahun ajaran baru mendatang, atau Juli nanti sekolah di Tidore sudah mulai normal proses belajar secara tatap muka,” ungkapnya.

Proses belajar mengajar yang rencana dilakukan secara tatap muka itu berdasarkan kesepakatan dan rapat bersama pihak sekolah serta orangtua siswa.

“Sebagian besar orangtua menginginkan agar belajar tatap muka cepat dilaksanakan karena beberapa faktor, seperti mengeluhkan soal sering membeli paket data, karena pembelajaran sering dilakukan dengan daring, dan ada faktor lainnya seperti anak mulai jenuh karena terlalu lama di rumah,” terangnya.

Meski begitu, protokol kesehatan tetap wajib ditegakkan di seluruh sekolah.

“Tetap protokol kesehatan masih diberlakukan, belajar tatap muka ini memang akan berjalan normal, tapi setiap kelas masih diberlakukan satu hari masuk sekolah. Namun pembelajaran diterima sesuai dengan hari normal sebelum pandemi. Misalkan di SD, Senin kelas 1, Selasa kelas 2, dan seterusnya, begitu juga dengan SMP,” pungkasnya.