“Bagaimana kita mau melayani masyarakat, sementara ASN jarang masuk kantor dan sering terlambat. Saya berharap budaya seperti ini dihilangkan agar pencapaian kinerja kita lebih maksimal lagi. Kedisiplinan ini kan sudah berulang kali diingatkan oleh Pak Wali dan Pak Wakil. Tentu apa yang diingatkan oleh keduanya itu agar kerja dan pelayanan kita terhadap masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Menurutnya, tunjangan tambahan penghasilan (TTP) yang diberikan bukan untuk memenuhi kesejahteraan ASN, melainkan agar kinerja bisa ditingkatkan dan lebih maksimal lagi.

“Jangan beranggapan bahwa TTP itu untuk kesejahteraan pegawai. TTP yang diberikan itu sebagai reward terhadap kinerja. Bagaimana kinerja kita bagus sementara disiplin ASN masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu, ASN yang malas berkantor tentu akan ada sanksinya,” ujarnya.

Ismail menambahkan, sidak yang dilakukannya hari ini bukan sidak pertama dan terakhir. Sidak akan terus berlanjut, namun dirinya enggan membeberkan kapan dilakukan sidak lanjutan.

“Hal ini dilakukan agar budaya disiplin kita terus ditingkatkan. Jadi saya akan ubah jadwal sidak, mulai hari ini dan seterusnya saya akan jadwalkan apel di setiap dinas maupun kelurahan. Ini dilakukan untuk memastikan kedisiplinan ASN kita,” pungkasnya.