“Alhamdulillah, pada periode sebelumnya kita telah berhasil membangun jalan sepanjang 466,60 km. Pada tahun 2022, kita akan melanjutkan pembangunan jalan lingkar Pulau Taliabu sehingga akses jalan dapat mencapai sampai ke pelosok desa, penyelesaian pembangunan Kantor Bupati dan Kantor DPRD, melanjutkan pembangunan Bandar Udara Pulau Taliabu dan rintisan pembangunan pelabuhan peti kemas, pembangunan pasar modern, pemenuhan sarana air bersih di ibukota kecamatan, dan pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin,” jabarnya.

Kedua, perlu penguatan dan pengembangan program bebas biaya pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga tingkat Ianjutan atas, sehingga proses kegiatan belajar mengajar semakin membaik.

“Namun pada lain sisi, masih terdapat sejumlah sekolah dasar dengan kondisi fisik yang masih perlu perbaikan. Selain itu masih terdapat beberapa kecamatan dan desa yang memiIiki sekolah setingkat SD dan SMP dengan ruang kelas untuk belajar yang belum cukup serta distribusi tenaga pengajar yang tidak merata antara sekolah di kecamatan dengan sekolah di perdesaan,” terang Bupati.

Ketiga, pada sisi pelayanan kesehatan, Taliabu masih dihadapkan dengan berbagai upaya penanganan pandemi Covid-19 melalui pemberian vaksin kepada pejabat publik dan masyarakat lanjut usia di kecamatan dan desa.

“Berbagai kemajuan telah dicapai khususnya dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong yang sampai saat ini kondisi sarana dan prasarana pendukung masih belum memadai. Untuk itu, pada tahun 2022 perlu ditingkatkan status RSUD Bobong menjadi OPD yang mandiri yaitu RSUD tipe D sehingga memiIiki kelengkapan sarana medis dan non medis yang standar dan semakin ditingkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam mengatasi keluhan masyarakat atas beberapa jenis penyakit yang masih sering mewabah seperti diare, ISPA, malaria dan TB paru. Kondisi ini merupakan tantangan tersendiri di tengah pelaksanaan program pelayanan kesehatan sebagai program unggulan,” paparnya.

Keempat, upaya penguatan dan pemulihan perekenomian daerah mesti terus dilakukan. Kondisi perekonomian masyarakat pada dua tahun terakhir ini sangat mengkhawatirkan akibat dari dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, selain tetap melanjutkan program revitalisasi tanaman pertanian dan perkebunan cengkeh dan jambu mete, juga dibutuhkan upaya pertanian jangka pendek melalui pengembangan tanaman hortikultura, seperti bawang merah, cabai, tomat dan tanaman sayur-mayur Iainnya, termasuk di dalamnya tanaman-tanaman palawija.