Tandaseru — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Benny Laos meminta para kepala sekolah yang mendapat bantuan bus agar merawatnya dengan baik.
Saat menyerahkan bus, Benny meminta bus dirawat agar tak cepat rusak seperti kendaraan dinas lainnya.
“Jangan sama dengan dinas. Kalau dinas berusaha berlomba sapa pe oto dinas lebih rusak cepat, oto Pemda lebih rusak cepat. Oto baru dikasih dua hari so hancur, satu minggu hancur,” ungkap Benny, Selasa (2/2).
Bahkan, kata dia, mobil ambulans pun berlomba-lomba dihancurkan.
“Dong berlomba-lomba kase ancor, coba bayangkan itu. Pegawai kita digaji untuk berlomba menghancurkan, membuang uang rakyat, itu fakta. Saya beli ambulans tahun baru, masuk dua hancur. Saya pake mobil open kap lagi, setengah hancur. Saya bingung,” bebernya.
Orang nomor satu di Pemkab Pulau Morotai ini meminta agar para kepsek setelah menerima bus tidak mengikuti jejak orang-orang di dinas.
“Tolong para kepala sekolah jangan ikut jejak ngoni pe atasan-atasan di Kantor Bupati, dinas-dinas, jangan, karena itu dosa. Itu luar dari jalur karakter,” pinta Benny.
“Jadi saya titip bus ini, tanggung jawab kepala sekolah. Tidak bisa dipindahtangankan, otoritas hanya kepala sekolah dan Kadis Pendidikan. Di luar itu tidak, termasuk Bupati tidak,” tandas Benny.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.