Tandaseru — Pemerintah Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali melaporkan banjir dan longsor melanda enam desa, Sabtu (30/1). Di sebagian titik, tinggi genangan air mencapai 1,5 meter.

“Banjir terjadi dini hari karena hujan lebat akhirnya sungai yang di Desa Sopi Majiko yang sudah dinormalisasi itu jebol atau tanggulnya patah, sehingga di Desa Sopi luapan air masuk ke rumah warga RT 8-7 dan sekitarnya. Dan ada beberapa desa di Morotai Jaya termasuk yang lebih kritis itu Desa Sopi, Sopi Majiko, kemudian Desa Titigogoli, Bere-bere kecil, Hapo, dan Podimor Padange,” jelas Camat Morortai Jaya, Fahrudin Banyo, ketika dikonfirmasi tandaseru.com.

Fahrudin bilang, jalan di Desa Podimor Padange tertimbun longsor. Akses jalan pun terputus.

“Karena longsor, bahkan kegiatan di Bere-bere Kecil pun dipending. Jadi Camat saat ke lokasi itu jam 9 pagi ada kegiatan di Bere-bere Kecil tapi terhalang longsor dan banjir sehingga kegiatan dipending. Dan Camat lebih memilih mengevakuasi warga,” imbuhnya.

Ketinggian banjir sendiri bervariasi dari 1 meter hingga 1,5 meter.

“Banjir hari ini lebih besar daripada banjir tanggal 23 (Januari) kemarin,” aku Fahrudin.

Menurutnya, saat ini warga yang terdampak banjir sementara dievakuasi di kantor desa dan rumah warga yang tidak terdampak banjir.

Jalan Desa Podimor Padange tertimbun longsor. (Istimewa)

“Saya arahkan warga dievakuasi ke rumah warga yang tidak terkena banjir dan di Kantor Desa Sopi Majiko,” ujarnya.

Fahrudin meminta Pemerintah Daerah segera turun meninjau lokasi banjir di Morotai Jaya.

“Saya hanya meminta pentingnya juga selain dari normalisasi sungai yaitu perbaikan parit-parit semua di lingkungan desa. Dari PUPR, Bencana Alam (BPBD, red), itu harus turun meninjau ini,” pintanya.

Rumah warga di Desa Titigogoli rusak terkena banjir. (Istimewa)

Di lokasi bencana, kata dia, personel TNI dan Polri telah turun mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

“Saat ini satgas TNI dan pihak kepolisian juga sudah turun untuk membantu warga yang terkena dampak banjir,” terangnya.

Dengan kondisi cuaca saat ini, Fahrudin mengimbau seluruh masyarakat Morotai Jaya agar waspada dan tetap berhati-hati mengantisipasi hujan susulan di malam hari.

Camat Morotai Jaya, Fahrudin Banyo, saat meninjau lokasi banjir. (Istimewa)

“Khususnya mereka yang tinggal di badan sungai atau di sekitar lokasi sungai. Untuk banjir di lokasi saat ini yang sungai-sungai besar tetap masih besar, tetapi untuk genangan air dari parit-parit kecil sudah mulai surut,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pulau Morotai, Abubakar A. Rajak, yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, sungai di Sopi sudah dinormalisasi Balai Wilayah Sungai Ditjen Sumber Daya Air.

Camat Morotai Jaya, Fahrudin Banyo, saat meninjau lokasi banjir. (Istimewa)

“Itu di Sopi kemarin Balai SDA sudah bikin tapi begitu (masih banjir, red). Dan pasti diselesaikan. Yang penting warga relakan sedikit tanah di pinggir sungai (untuk pembuatan tanggul),” ujarnya.