Tandaseru — Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali ikut mendesak dilakukan audit terhadap proyek pembangunan rumah ibadah di sejumlah kabupaten/kota di Malut. Ia menegaskan mendukung langkah DPRD yang meminta audit.

Saat diwawancarai Selasa (19/1) malam di Ternate, Yasin mengaku ragu dengan kinerja Inspektorat. Ia bahkan menyebutkan audit yang dilakukan Inspektorat selama ini tak maksimal.

“Separuh ini mereka berpikirnya faktor keluarga. Jadi kalau ada temuan, mereka lebih pilih diam. Tapi saat ini KPK juga masih terus memantau kegiatan, jadi kalau terjadi (korupsi) pasti terungkap sampai ke atas,” ujarnya.

Mantan Bupati Halmahera Tengah ini mengaku mendukung penuh langkah DPRD Malut menuntaskan temuan proyek infrastruktur di daerah. Salah satunya adalah proyek pembangunan rumah ibadah.

Yasin pun menyarankan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengambil alih dilakukannya audit atas temuan tersebut.

“Saya baru dengar kasus ini dari rekan-rekan, untuk itu minimal BPKP yang turun. Kalau sudah ada temuan dari BPKP pasti akan diselesaikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pimpinan SKPD di lingkup Pemprov Malut untuk tidak mengambil keuntungan di balik proyek infrastruktur.

“Fungsi saya sebagai Wagub salah satunya adalah pengawasan. Setiap kali rapat dengan SKPD saya selalu tegaskan menyangkut pengawasan ini,” tandasnya.