Tandaseru — Dalam rangka melindungi dan memperkuat sistem kesehatan tubuh secara menyeluruh dan menjaga produktifitas serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat, Pemerintah Maluku Utara melakukan pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap I. Pencanangan ini dipimpin Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba di Rumah Sakit Umum Daerah Sofifi, Kamis (14/1).
Gubernur dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan pemahaman, edukasi serta menyosialisasikan tentang pentingnya hidup sehat dan aman serta halalnya vaksin Covid-19 kepada masyarakat Maluku Utara.
“Kita tahu bersama bahwa kemarin, Presiden RI Joko widodo beserta jajaran kabinet dan pejabat Kapolri serta Panglima TNI telah melaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19 di pusat yang ditandai dengan pelaksanaan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 kepada mereka semua secara terbuka dan diliput oleh seluruh media cetak elektronik, serta disaksikan oleh jutaan mata rakyat Indonesia,” ucapnya.
“Hal ini menandakan bahwa vaksin Covid-19 terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping. Aman karena telah melalui uji laboratorium BPOM RI, dan halal karena telah melalui sertifikasi label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” imbuh Gubernur.
Pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang sama dilakukan di seluruh daerah di Indonesia, khususnya Maluku Utara, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat dari bahaya penyebaran Covid-19.
“Peningkatan angka korban, baik itu pasien yang terpapar sampai pada kematian, dari hari ke hari semakin meningkat, bukannya menurun. Sudah hampir setahun ini dari awal penyebaran di bulan maret 2019, pandemi Covid-19 tidak bisa dikendalikan. Hal ini berdampak buruk terhadap semua segi kehidupan manusia,” lanjutnya.
“Salah satu jalan untuk tetap kuat dan sehat adalah melakukan vaksinasi secara menyeluruh kepada masyarakat agar bisa mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar supaya masyarakat tetap sehat untuk dapat bekerja dan menghasilkan pendapatan guna membiayai kehidupan mereka sehàri-hari,” ajak Gubernur.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat tetap menginģatkan untuk selalu menerapkan 4M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga imun. Pasalnya, kondisi tersebut harus dimulai dari diri sendiri, keluarga serta lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Idhar Sidi Umar dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan vaksinasi didahului dengan pemberian vaksin kepada pimpinan dan tokoh daerah yang terdiri unsur pejabat publik dan yang memenuhi kriteria.
“Sasaran vaksinasi Covid-19 yaitu kelompok usia 18-59 tahun, sedangkan kelompok usia di atas 60 tahun akan divaksinasi setelah tersedia data dukungan keamanan yang cukup untuk kelompok usai tersebut,” katanya.
Adapun sasaran untuk vaksinasi tahap I (Januari-April 2021) adalah tenaga kesehatan pada fasyankes, dilakukan dalam jangka waktu yang luas dengan sistematika pengaturan jadwal vaksinasi sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan lainnya.
Di Maluku Utara, berdasarkan surat dari Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI Nomor SR.02.06/II/80/2021 tentang distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19, data sasaran tahap I (termin 1) bulan Januari adalah sebagai berikut:
Kota Ternate : tenaga kesehatan 1.664 orang + pejabat publik 10 orang, dosis vaksin : 3.560 (2x penyuntikan).
Kota Tidore Kepulauan : tenaga kesehatan 1.123 orang + pejabat publik 10 orang, dosis vaksin : 2.280 (2x penyuntikan).
Data sasaran tahap I (termin 2) bulan Februari-Maret
Halmahera Barat : tenaga kesehatan 900 orang, dosis vaksin : 1.800 (2x penyuntikan).
Halmahera Selatan : tenaga kesehatan 1.700 orang, dosis vaksin : 3.400 (2x penyuntikan).
Halmahera Tengah : tenaga kesehatan 440 orang, dosis vaksin : 880 (2x penyuntikan).
Halmahera Timur : tenaga kesehatan 840 orang, dosis vaksin : 1.680 (2x penyuntikan).
Halmahera Utara : tenaga kesehatan 920 orang, dosis vaksin : 1.840 (2x penyuntikan).
Kepulauan Sula : tenaga kesehatan 520 orang, dosis vaksin : 1.040 (2x penyuntikan).
Pulau Morotai : tenaga kesehatan 680 orang, dosis vaksin : 1.360 (2x penyuntikan).
Pulau Taliabu : tenaga kesehatan 540 orang, dosis vaksin : 1.080 (2x penyuntikan).
Total sasaran tenaga kesehatan 10 kabupaten/kota sebanyak 9.327 orang.
Total sasaran keseluruhan Maluku Utara sebanyak 844.232 orang.
Perlu diketahui, pimpinan dan tokoh Daerah yang terdiri dari pejabat publik dan yang memenuhi kriteria yang telah di vaksinasi yakni Wakapolda Malut, Rektor Unkhair Ternate, Wakajati Malut, Ketua IDI Wilayah Malut, Ketua Badan POM Malut, Kepala KKP Kls III Ternate, Ketua PPNI Malut, Ketua Persakmi Malut serta Kabid P2P Dinkes Provinsi Malut.(Hms/Adv)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.