Tandaseru — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mulai kembali melakukan perekrutan tenaga guru kategori honorer daerah (honda) pascapemberhentian seluruh honorer beberapa waktu lalu. Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Tikep tinggal melakukan verifikasi berkas para honorer yang sudah mengajukan berkas ke Diknas.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Ismail Dukomalamo saat dikonfirmasi Selasa (5/1).
“Sementara masih verifikasi,” ujar Ismail.
Ismail mengatakan, sistem perekrutmen tenaga guru honorer menggunakan tiga skema yakni perekrutmen yang diangkat melalui komite sekolah, yayasan serta honorer daerah atau diangkat melalui Diknas.
“Kalau dari komite sekolah, nantinya para guru honor akan digaji melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos). Sementara dari yayasan akan digaji melalui yayasan, sementara dari honda sendiri akan digaji melalui daerah,” terangnya.
Ismail menegaskan, saat ini pihaknya hanya memfokuskan pada perekrutmen guru melalui honda saja.
“Kalau lewat komite itu kewenangan sekolah, begitu juga dengan yayasan. Saat ini kami hanya fokus di honda saja,” ucapnya.
Kebutuhan guru honda untuk Tikep sendiri sebanyak 150 orang.
“Honda ini sementara difokuskan untuk Kecamatan Oba, Oba Tengah, Selatan serta Utara. Sementara masih verifikasi, karena ada yang sudah tidak aktif. Sementara kami masih menunggu nama-nama juga yang diajukan oleh kepala sekolah, tetapi dari nama-nama yang diajukan akan kami sesuaikan dengan DPA yang tersedia sebanyak 150 itu,” papar Ismail.
Ia menambahkan, jika kuota yang dibutuhkan untuk beberapa kecamatan di dataran Oba itu tidak terpenuhi, maka akan diperlebar perekrutmen hingga di Pulau Tidore.
“Tetapi saya yakin pasti memenuhi kuota untuk kecamatan tersebut,” tambahnya.
Usai verifikasi, para honda akan diangkat melalui SK Wali Kota.
“Jadi SK ini kami buat khusus 1 tahun,” katanya.
Sementara soal gaji yang diterima oleh honda, Ismail bilang per triwulan honda dihargai sebesar Rp 3 juta.
“Jadi skema penerimaan gaji per triwulan, tetapi nanti akan saya konsultasi dengan bendahara lagi, apakah bisa diterima per bulan atau tidak,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, jika setiap triwulan honda mendapatkan gaji sebesar Rp 3 juta, setiap tahun Pemkot harus menyiapkan Rp 1,8 miliar untuk membiayai gaji honda sebanyak 150 orang.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.