Tandaseru — Menjadi pemimpin berarti harus banyak mendengar langsung dari rakyat. Hal itu dialami calon wali kota dan wakil wali kota Ternate Muhammad Hasan Bay (MHB) dan M. Asghar Saleh (GAS) saat bertandang ke Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Minggu (20/9).
Kehadiran MHB-GAS yang diundang petani tomat Rua itu untuk silaturrahmi sekaligus mendengar keresahan petani.
Menurut para petani, salah satu yang menjadi kendala mereka adalah bagaimana hasil-pertanian mereka bisa dipasarkan. Mereka berharap pemerintah bisa memfasilitasi masalah tersebut.
“Adapun subsidi pupuk yang selama ini sudah dilakukan pemerintah kota, kami harap bisa dipertahankan,” kata salah satu petani.
Petani juga berharap pemerintah bisa membuat regulasi tentang kebijakan pasar lokal bagi petani lokal.
MHB usai mendengarkan curhatan petani mengaku semua persoalan-persoalan yang menimpa petani akan menjadi catatan dan masukan penting. Ia menegaskan, pemerintahan MHB-GAS akan selalu berpihak pada petani lokal.

“Keberpihakan kepada petani lokal menjadi bagian dari komitmen MHB-GAS,” tuturnya.
MHB bilang, ia dan Asghar akan melakukan identifikasi persoalan-persoalan petani lokal dan melakukan pemetaan sehingga setiap kelurahan memiliki keunggulan di bidang pertanian. Tak hanya tomat, juga produksi pertanian yang lain.
“Jika setiap kelurahan memiliki keunggulan di bidang pertanian, maka ketergantungan terhadap daerah luar bisa dikurangi. Paling tidak bisa memutus mata rantai ketergantungan hasil pertanian dari luar Ternate sampai 60 persen,” jelas Hasan Bay.

Mengurangi ketergantungan ini, kata dia, juga bisa mengurangi ekonomi biaya tinggi di Kota Ternate.
Selain bersilaturahmi, MHB-GAS juga diundang memanen tomat oleh petani..


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.