Tandaseru — Demi membangun kesadaran dalam menjaga netralitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Wasile Timur (Wastim) Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dan netralitas terhadap ASN, TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa.

Sosialisasi pengawasan partisipatif dengan cara turun ke jalan dan melakukan Orasi Pengawasan Partisipatif ini dipusatkan di dua titik yakni depan Pasar Desa Akedaga dan Tugu Tani. Dalam kegiatan tersebut, Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) di 8 desa juga dilibatkan.

Ketua Panwaslu Kecamatan Wasile Timur Haltim Khoirul Anam mengatakan, kegiatan orasi pengawasan partisipatif terfokus pada empat isu yaitu menjaga netralitas ASN, TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa guna mencegah pelanggaran kampanye hitam.

“Dan mencegah pelanggaran politik uang serta mencegah pelanggaran politik SARA dan hoaks,” ungkapnya, Minggu (20/9).

Kordiv PHL Panwaslu Wasile Haltim Bahsar Harisun menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Panwaslu agar tidak ada ASN, TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa yang terlibat dalam politik praktis pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Haltim Tahun 2020.

“Ini adalah langkah pencegahan, agar saatnya nanti tidak ada lagi yang terlibat politik praktis,” imbuhnya.

Orasi Pengawasan Partisipatif yang dilakukan Panwaslu Wasile Timur. (Tandaseru/Yudhi)Bahsar bilang, ada tiga hal yang akan dilakukan Panwaslu Kecamatan Wastim yakni mencegah, mengawasi dan menindak. Apabila sudah melanggar larangan, maka oknum tersebut akan ditindak.

“Karena itu melalui kegiatan ini kami cegah sejak dini ASN, TNI/Polri, kepala desa dan perangkat desa agar tidak terlibat politik praktis,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka patisipasi masyarakat agar Pilkada Haltim berlangsung damai dan berkualitas.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat pada satu sikap yakni tolak politik uang dan lawan isu SARA, sehingga Pilkada Haltim yang dihelat pada 9 Desember 2020 mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas,” pungkasnya.