Tandaseru — Para motoris speedboat Kelurahan Mafututu-Jiko Cobo yang melayani rute penyeberangan laut Mangga Dua-Sofifi Kamis (17/9) malam menyampaikan keluhan serta aspirasinya ke pasangan calon wali kota-wakil wali kota Tidore Kepulauan Salahuddin Adrias dan Muhammad Djabir Taha. Di hadapan pasangan calon dengan jargon SALAMAT itu, motoris mengaku problem mendasar yang dialami para motoris Tidore saat ini adalah persoalan kesulitan mendapat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mereka mengaku, persoalan tersebut telah disampaikan ke Pemerintah Kota, namun sejauh ini keluhan itu belum terjawab.

“Masalah yang kita alami selama ini terutama kesulitan dalam mendapatkan BBM maupun perhatian pemerintah terkait kelengkapan pelayaran,” ungkap Abdurahman, salah satu motoris yang mewakili kelompoknya saat bersilaturahmi dengan SALAMAT.

Selain masalah BBM oleh para motoris, warga juga mengeluhkan perhatian pemerintah daerah terkait nasib para nelayan dan petani. Mereka mengaku, selama kurang lebih 5 tahun terakhir kurang diperhatikan.

“Pembagian bantuan katinting (armada tangkap, red) hanya orang-orang tertentu yang dekat dengan pemerintah. Alat tangkap lainnya juga begitu. Apalagi soal petani, pokoknya kami kurang diperhatikan,” tambah salah satu warga.

Mendengar aspirasi tersebut, Muhamad Djabir Taha menjelaskan, dirinya dan Salahuddin Adrias hadir dengan visi besar selain soal pendidikan, kesehatan juga soal pertanian, dan perikanan. Visi besar tersebut dihadirkan dengan harapan mampu menjawab seluruh problem masyarakat, termasuk masalah yang diresahkan masyarakat Mafututu.

“Sebelum maju bertarung, kami terlebih dahulu mencari tahu problem apa saja yang mendasar di Kota Tidore Kepulauan. Olehnya itu, apa yang termuat dalam visi-misi merupakan jawaban atas problem mendasar tersebut,” ungkap Hama Goyoba, sapaan Muhamad Djabir Taha.

Hama Goyoba menegaskan, aspirasi para motoris serta warga akan menjadi catatan penting dirinya serta Salahuddin jika terpilih nanti.

“Insya Allah rahmat yang diberikan ke saya dan Pak Salahuddin, tentu tidak membuat masyarakat kecewa,” tandasnya.

Sementara itu, Salahuddin Adrias menjelaskan potensi masing-masing wilayah yang ada di Tikep memiliki beragam mata pencaharian. Karena itu, semua program yang akan dilakukan nanti akan berbasis potensi lokalitas masyarakat.

“Jadi, program yang akan dilakukan juga berbasis lokalitas, misalnya mayoritas masyarakat Mafututu secara turun-temurun adalah petani dan nelayan, oleh karena itu program yang akan kami fokuskan juga soal kesejahteraan petani dan nelayan, tentunya dengan sejumlah skema yang kami telah siapkan. Apalagi aspirasi dan keluhan yang disampaikan sudah termuat dalam visi dan misi kami 5 tahun mendatang jika terpilih nanti,” jelas Salahuddin.

Di sela-sela pertemuan, para motoris yang hadir berjanji akan berupaya dan memperjuangkan kepentingan SALAMAT pada 9 Desember mendatang.

“Kita akan sama-sama berjuang dengan Ko Udin dan Ko Hama Goyoba menuju tanggal 9 Desember nanti, insya Allah dengan harapan besar membangun Tikep ke depan lebih baik lagi bisa terwujud,” imbuh Abdurahman.