Tandaseru — Kasus pasien positif Covid-19 di Maluku Utara mengalami penurunan belakangan ini, namun tak berarti penyebaran virus telah selesai. Untuk itu, protokol kesehatan wajib dijalankan di tengah adaptasi kehidupan baru oleh siapapun tanpa kecuali.
Kampus yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, justru nyaris tidak ditemukan tanda-tanda kepatuhan protokol kesehatan. Sekali pun disediakan tempat cuci tangan, penggunaan masker dan jaga jarak justru tidak terlihat di kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).
Dosen Sosiologi FISIP UMMU Herman Oesman kepada tandaseru.com mengaku kaget saat datang ke kampus untuk menguji ujian skripsi mahasiswa, Kamis (27/8). Pasalnya, ia mendapati mahasiswa, dosen dan beberapa pejabat fakultas maupun program studi tidak menggunakan masker.
“Mereka bawa masker, tapi tidak dipakai,” ujar Herman.
Lebih lanjut dikatakan Herman, jarak juga tidak diperhatikan oleh mahasiswa dan dosen.
“Mereka membentuk kelompok, bercerita, tanpa menggunakan masker dan tanpa mempertimbangkan jarak. Situasinya seolah-olah tak ada pandemi,” ungkapnya.
Padahal, kata Herman, UMMU dalam semua unit dan bagian, termasuk di fakultas dan program studi, harus secara tegas menerapkan protokol kesehatan soal penggunaan masker dengan ketat bagi mahasiswa yang berkepentingan di kampus.
“Bila perlu jangan layani mahasiswa yang tidak menggunakan masker,” tegas Herman.
“Memang pada setiap bangunan disediakan wadah mencuci tangan, tapi tak ada penegasan dan pengawasan penggunaan masker,” tambahnya.
Atas kondisi itu, Herman menilai UMMU masih setengah hati menerapkan protokol kesehatan. Juga belum ada kesadaran untuk berperan memutus penyebaran pandemi di lingkungan kampus.
“Kampus harus menjadi role model penerapan protokol kesehatan dengan tegas dan konsisten, agar tidak menjadi kluster baru penyebaran pandemi ini,” tandas Herman.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.