Tandaseru — Guna mendapatkan gambaran tentang kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan penanganan Covid-19 di Maluku Utara, Gugus Tugas Maluku Utara melakukan webinar nasional, Selasa (25/8). Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Sahid Bela Ternate.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Malut dr. Rosita Alkatiri menuturkan, kegiatan tersebut bakal menjadi masukan bagi Pemerintah Daera dalam menetapkan kebijakan penanggulangan Covid-19 di Maluku Utara.

Rosita bilang, di tengah pandemi yang terjadi saat ini, kata adaptasi kebiasaan baru menjadi hal penting untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini. Sebab wabah ini belum bisa dipastikan kapan berakhir. Seluruh negara di dunia pun sedang mencari cara untuk mengembalikan kehidupan normal umat manusia.

“Adaptasi kebiasaan baru adalah paradigma berpikir dan berperilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Namun ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Artinya, ini menjadi cara kita mengadaptasi pandemi dengan membuat diri lebih ‘nyaman’ di tengah ketidakpastian,” ungkapnya.

Menurut Rosita, Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang biasa dilakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan dimanapun beraktivitas. Manusia dibuat seakan tak berdaya, karena gerak langkah dibatasi dengan adanya Covid-19. Alhasil, manusia menjadi tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara.

“Sangat penting untuk dilakukan survei yang dapat menggambarkan situasi kepatuhan masyarakat terhadap penegakan protokol kesehatan, karena penanganan Covid-19 ini adalah pelibatan aktif masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi ini,” ucapnya.

Karena itu, survei kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang dilakukan Gugus Tugas didesiminasikan melalui webinar nasional, serta meilibatkan para pakar epidemiologi dan pakar perilaku untuk menganalisis dan memberikan penguatan terhadap survei ini.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba Lc dalam sambutan pada acara pembukan webinar yang dibacakan Sekretaris Provinsi Samsuddin A. Kadir berharap, semoga seluruh rangkaian kegiatan ini nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses serta dapat menghasilkan rekomendasi yang berkualitas demi terwujudnya masyarakat Maluku Utara yang sehat.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta webinar agar mari kita atur langkah dan niat kita dengan penuh keikhlasan, untuk keluar dari masalah pandemi Covid-19 ini menuju tatanan kehidupan baru,” pintanya.

Gubernur menekankan, hingga kini penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ada dengan selalu pakai masker, jaga jarak fisik dan cuci tangan pakai sabun.

“Situasi seperti sekarang masih akan kita hadapi sampai vaksin bisa ditemukan dan bisa kita pergunakan secara efektif. Karena walau vaksinnya sudah ketemu, dan sudah selesai uji klinis, uji lapangan, tapi kemudian produksinya tentu memerlukan waktu tidak singkat. Oleh sebab itu kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat tetap produktif tapi juga aman dari penularan Covid-19,” ungkapnya.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Gugus Tugas Kabupaten/Kota, sampai Satgas Desa/Kelurahan, seluruh tenaga medis dokter, perawat, relawan, dan juga personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian Covid-19.

Webinar nasional penerapan protokol kesehatan. (Dok. Humas Pemprov)

Sekadar diketahui, webinar nasional dengan tema Maluku Utara Menuju Tatanan Kehidupan Baru itu dilakukan melalui zoom meeting dengan melibatkan Sekprov Malut, Anggota DPRD, Unsur Forkopimda Malut, Ketua dan Pengurus Gugus Tugas Prov Kabupaten/Kota, para Kepala Kantor Instansi Vertikal, para Rektor dan Akademisi, Ketua Organisasi keagamaan.

Setelah itu dilanjutkan dengan paparan materi dengan moderator Rektor Unkhair Ternate Prof. Dr. Husen Alting SH. MH, sementara narasumbernya adalah Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Achmad Yurianto, Pakar Epidemiologi FKM Unair Surabaya Dr. Windu Purnomo, Guru besar Ilmu Perilaku dan Promosi Kesehatan FKKMK UGM Prof. Dra. RA.Yayi Suryo Prabandari, Kadinkes dr. Idhar Sidi Umar dan Irwan Mustafa.(adv/hms)