Tandaseru — Pemerintah Kota Ternate menolak rapid test massal lantaran dinilai tak efektif. Melihat angka penularan Covid-19 yang kian tinggi, Pemkot menyatakan sebaiknya warga terindikasi langsung di-swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy mengatakan, saat ini laboratorium di Ternate dalam sehari bisa me-rapid test hingga 700 orang. Namun angka positif Covid-19 di Ternate terus meningkat hingga menjadi 365 kasus pada Selasa (30/6) kemarin.

“Karena itu rapid test massal yang diusulkan Pemerintah Provinsi saya tidak setuju karena tidak efektif lagi. Harus dengan swab test,” tuturnya kepada tandaseru.com.

Saat ini, Pemkot fokus melakukan rapid test untuk mahasiswa dan siswa yang hendak melanjutkan pendidikannya di luar daerah. Pasalnya, rapid test menjadi salah satu syarat yang harus mereka penuhi agar bisa bepergian.

“Kita di Kota Ternate melakukan rapid hanya mahasiswa yang berangkat keluar daerah, Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ungkap Nurbaity.

Masalah lain, kata Nurbaity, warga yang hasil rapid test-nya reaktif biasanya langsung dikarantina. Padahal mereka belum tentu positif corona.

“Sementara pasien yang dikarantina ini keluarganya selalu menelepon tim kesehatan dan memarahi petugas,” ujarnya.

“Jadi rapid test itu tidak efektif. Jika kita sudah ada alat swab kita lakukan swab saja, tidak perlu rapid,” tandas Nurbaity.