lwia mengakui, berita soal Covid-19 di tingkat dunia banyak timbulkan kontroversi.
“Karena ini penyakit baru yang mengejutkan semua pihak, termasuk ahli kesehatan. Namun virus ini nyata dan penyakit ini nyata. Tenaga kesehatan doanya sama dengan kita semua, semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit ini lenyap dari bumi ini dan kehidupan bisa berjalan dengan normal kembali,” ucapnya.
Mewakili rekan-rekan sejawatnya, Alwia berharap penyidik Polda dapat menindaklanjuti aduan mereka.
“Yang paling utama adalah sebagai pembelajaran buat masyarakat bahwa kita tidak boleh saling melecehkan. Apapun profesinya semua harus dihargai. Apalagi saat pandemi ini yang paling berperan adalah tenaga kesehatan termasuk dokter dan perawat sehingga itu harus dihargai. Teman-teman dokter ini cuma sedikit sekali waktu istirahatnya,” pungkasnya.
Kepala Subdit V Ditreskrimsus Polda Malut, Kompol Zainal A. Sjah yang menerima aduan itu menyebutkan, pihaknya telah menerima pengaduan dari IDI maupun PPNI Malut. Aduan ini akan diproses untuk dilihat apakah memenuhi unsur pidana atau tidak.
“Dan prosesnya terhitung mulai besok kita jalankan. Laporan kami sudah terima dan kami akan proses kemudian para dokter sebagai orang yang merasa dikorbankan dalam perkara ini dan teman-teman PPNI juga akan memberi kesaksian di dalam masalah ini,” tuturnya.
Hafid Hasanudin diketahui menuliskan status “Percuma sekolah dokter dan perawat tinggi-tinggi jika tujuannya untuk menipu masyarakat. #KonspirasiDiBalikCovid19″
Dalam video permintaan maafnya, Hafid menyatakan penyesalannya karena telah menyinggung hati perawat, dokter dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Tinggalkan Balasan