Tandaseru – Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., memberikan motivasi kepada 806 mahasiswa penerima beasiswa tahun 2025, untuk terus menjaga prestasi dan kedisiplinan.
Motivasi itu disampaikan, Prof. Abdullah, saat memberikan sambutan di kegiatan pengisian formulir buku tabungan bank BTN oleh mahasiswa penerima beasiswa, yang berlangsung di aula Nuku, gedung Rektorat Unkhair, Selasa (23/9).
Dari 806 total penerima beasiswa, terbagi menjadi 772 penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan 34 penerima Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2025 untuk yang berasal dari Papua-Papua Barat, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Program ini memastikan anak-anak Indonesia, dari SD hingga SMA, dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa hambatan ekonomi,” ujar Prof. Abdullah.
Ia pun merinci data penerima beasiswa terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yakni sebanyak 322 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis 165 mahasiswa, kemudian Fakultas Teknik 136 mahasiswa.
Sementara, Fakultas Hukum 52 mahasiswa, Fakultas Pertanian 41 mahasiswa, Fakultas Ilmu Budaya 33 mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 15 mahasiswa, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 8 mahasiswa.
Kuota penerima beasiswa ini, kata dia, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, karena terdampak penyesuaian anggaran nasional. Padahal yang mendaftar untuk memperoleh beasiswa hampir mendekati 2.000 orang.
“Adik-adik harus bersyukur, karena dari ribuan pendaftar hanya 772 KIP-Kuliah dan 34 beasiswa Afirmasi yang lolos,” ucapnya.
Kepala Bagian Akademik Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Unkhair, Haris Idrus, SH., MH., menyebutkan ada aturan ketat bagi mahasiswa penerima beasiswa ini.
Dijelaskan, mahasiswa penerima beasiswa dilarang pindah program studi dan diwajibkan menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.
“Jika semester pertama di bawah 2,75, kami beri toleransi satu semester. Namun bila semester kedua tetap rendah, beasiswa dihentikan,” jelasnya.
Karena itu, dia mengingatkan agar dana biaya hidup dapat digunakan secara bijak, serta mendorong mahasiswa mengembangkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Seluruh penerima KIP-K dan ADik, lanjut dia, ditargetkan dapat menyelesaikan studi tepat waktu hingga wisuda di tahun 2027 mendatang.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.