Tandaseru — Kantor Kementerian Agama Halmahera Barat, Maluku Utara menggelar Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS dalam Konten Dakwah Melalui Media Sosial dengan tema “Media Sosial dan Peranannya dalam Membawa Masyarakat pada Kehidupan yang Bermutu Sejahtera Lahir dan Batin”.
Pada kegiatan yang berlokasi di Villa Gaba Desa Guaemadu Kecamatan Jailolo, Kamis (26/11) ini, penyuluh agama Islam non PNS Kemenag Halbar diberikan pembinaan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Sardin Sehe didampingi Kepala Kantor Kemenag Halbar Hasbullah Tahir.
Dalam sambutannya, Kakanwil Malut Sarbin Sehe mengajak untuk menaikkan kapasitas nilai kebangsaan tidak perlu dengan mempertentangkan satu sama lain antara negara dan agama.
“Tapi mari kita kuatkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai negara,” ucapnya.
Menurutnya, hampir seluruh produk hukum yang lahir di Indonesia semangat beragamanya sudah ada, sehingga ia juga berharap kepada penyuluh agar logika-logika yang tidak normal dijauhkan yang dapat mengurangi nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai kebangsaan itu sendiri.
“Mari kita perkuat nilai-nilai kebangsaan kita karena itu program Kementerian Agama dalam rangka penguatan nilai kehidupan serta kebangsaan,” cetusnya.
Sarbin juga sampaikan, dalam penghayatan agama yang moderat nilai kebangsaan maka kita ingin penguatan kapasitas para dai, tokoh agama, penyuluh dan pendeta.
“Dan kebijakan selanjutnya kita ingin moderasi beragama menjadi slogan dalam rangka penguatan terhadap toleransi dan penguatan terhadap umat beragama maka hanya dengan pikiran-pikiran moderat orang bisa menghargai satu sama lain, orang bisa hidup berdampingan walau pun adanya perbedaan,” ungkapnya.
Dia juga berharap penyuluh masing-masing punya kelompok binaan. Setiap penyuluh memiliki dua kelompok binaan itu wajib menjadi bagian pedoman Kementerian Agama dan penyuluh bisa pecahkan kelompok berdasarkan usia misalnya kategori anak-anak, remaja maupun dewasa.
“Misalnya satu kelompok TPQ dan satu kelompok untuk Majelis Taklim boleh saudara bina seperti itu,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, saat ini dengan perkembangan media semua pihak bisa berinovasi dan lakukan perubahan.
“Mari kita gunakan media sosial kita dan terus melakukan ajakan kebaikan. Dan media sosial harus hiasi ujaran kebaikan untuk menghindari ujaran-ujaran kebencian berita-berita hoaks dan fitnah,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.