Tandaseru – Dampak ekonomi pandemi Covid-19 dirasakan semua lapisan masyarakat. Salah satu sektor di Kota Ternate, Maluku Utara, yang merasakan betul dampak pandemi tersebut adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Fraksi Nasdem DPRD Kota Ternate pun mendorong Pemerintah Kota Ternate segera mengambil langkah cepat menyelamatkan sektor mikro ini.

Ketua Fraksi Nasdem Nurlaela Syarif mengungkapkan, setidaknya 160 pelaku UMKM di Ternate produknya akan kedaluwarsa Juli ini. Tak tanggung-tanggung, nilai produk-produk itu mencapai Rp 500 juta.

“Ini karena dampak Covid-19 membuat penjualan menurun drastis,” tuturnya kepada tandaseru.com, Selasa (12/5).

Menurut Nurlaela, Pemerintah Daerah harus hadir membantu pelaku usaha sektor mikro ini. Pasalnya, usaha produk pangan lokal seperti minuman sari pala, camilan, abon, sambal, dan lain-lain sepi pengunjung dan nyaris tak laku di beberapa pusat oleh-oleh seperti Taranoate, Rumah Khas Oleh-Oleh dan pusat jajanan lokal lainnya.

“Kami turun cek di lapangan dan berdiskusi, mendengarkan, memahami kendala pelaku UMKM di lapangan. Semoga bisa mendorong ketegasan kebijakan strategis Pemkot membantu pelaku UKM dan IKM yang saat ini terkena dampak Covid-19,” kata wakil rakyat dua periode ini.

Pendapatan di Rumah Khas Oleh-Oleh milik Kustalani Syakir, misalnya, tergerus drastis. Sementara Taranoate yang pendapatan normalnya Rp 4 juta per hari, saat pandemi turun hingga hanya Rp 70 ribu per hari.

“Harus cari solusi agar sektor UKM IKM tetap semangat dan terus produksi, produktif dan berinovasi,” tegas Nurlaela.

Nurlaela yang juga Anggota Badan Anggaran DPRD ini mengapresiasi langkah UKM IKM Nusantara Maluku Utara yang berinovasi membuat parcel lebaran dengan memberdayakan produk lokal yang kena dampak Covid-19.

“Kami membantu promosikan parcel lebaran UKM IKM lewat promosi jejaring WhatsApp Group dan alhamdulilah terjual 50 parcel. Langkah ini bisa berdayakan 25 pelaku usaha yang sepi pendapatan. Apalagi jika Pemkot aktif turun tangan,” tutupnya.