Tandaseru — Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara Ishak Umamit mengaku belum mendapat laporan terkait pemotongan tunjangan daerah terpencil (dacil) para guru di Kabupaten Kepsul.

Ishak saat dikonfirmasi tandaseru.com di ruang kerjanya, Senin (29/6) menyampaikan, jika ada guru yang melapor maka pihaknya langsung menindaklanjuti.

“Kalau ada laporan maka kita langsung tindak lanjut. Nanti saya panggil Ibu Mei (Kasie GTK Diknas, red) untuk menanyakan itu,” ujarnya.

Terkait nasib 5 guru yang anggaran dacilnya terdapat kekurangan pembayaran, Ishak menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kepsul untuk menanyakan alasan pemotongan itu kenapa.

“Kalau dari 24 orang itu, terus 5 orang dipotong, itu nanti kita cek kebenarannya. Kalau benar dipotong, alasannya apa? Kenapa yang lain bisa, terus yang 5 ini dipotong. Nanti kita cek,” pungkasnya.

Sementara Kepala DPKAD Kepsul, Hardiman Teapon saat dikonfirmasi meminta waktu bertemu Selasa (29/6) besok.