Tandaseru — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali melaksanakan program revitalisasi dan penataan sarana dan prasarana kebudayaan tahun 2026 melalui Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.
Rinto Taib, Kepala Museum Sejarah Ternate Alfred Russel Wallace, turut diundang bersama para calon penerima bantuan tersebut dalam Rapat Konfirmasi Calon Penerima Bantuan Pemerintah Rehabilitasi/Pembangunan Gedung dan Sarana Prasarana Kebudayaan” yang dilaksanakan melalui kanal Zoom Meeting, Kamis (19/2/2026) pukul 13.30 WIB.
Rinto yang dikenal luas sebagai sosok yang konsisten selama puluhan tahun dalam isu-isu Wallace di Ternate dan Maluku Utara menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap dunia ilmu pengetahuan melalui semua hal yang berkaitan dengan jejak keilmuan Alfred Russel Wallace.
Rinto mengatakan, dunia AR Wallace, Wallace Line dan Nusantara bukan sekadar soal jejak sang naturalis berkebangsaan Inggris di Kepulauan Melayu tetapi juga menjadi legacy atas jejak peradaban dunia yang kini ditafsir kembali menjadi ruang belajar atas kontribusi Wallace bagi perkembangan sains dan riset modern. Sekaligus merupakan investasi yang dimiliki bangsa Indonesia bagi kepentingan kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Lanjut Rinto, hal tersebut dapat dilakukan dengan terus memanfaatkan segala sumber daya baik manusia, alam dan kebudayaan untuk dikelola menjadi lebih bernilai ekonomis. Caranya dengan mengembangkan potensi yang tersedia di garis Wallace bagi dunia industri dan perdagangan sehingga berdampak bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.
”Selain Museum Sejarah Ternate Alfred Russel Wallace, juga diundang Komunitas Seni Budaya Kabupaten Bogor, Lembaga Kesenian dan Kebudayaan Penban Selaparang, Museum Padjajaran, Sanggar Huta Simarmata, Kesultanan Tidore dan Perpustakaan Rumphius Ambon,” pungkas Rinto.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.