Tandaseru – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyatakan masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Kemenag Morotai, Abdurachman Assagaf, menjelaskan penetapan resmi dari pemerintah harus melalui metode rukyatulhilal atau pengamatan hilal secara langsung yang kemudian disusul dengan sidang isbat oleh Kementerian Agama RI.
“Kami menunggu dulu sidang isbat. Kalau untuk teman-teman Muhammadiyah, mereka sudah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Namun, untuk Nahdlatul Ulama dan pemerintah, kami belum tahu pastinya kapan. Jadi, kita tunggu saja,” ujar Abdurachman, Sabtu (14/2/2026).
Persiapan Ibadah dan Zakat Fitrah
Meski terdapat potensi perbedaan tanggal mulai berpuasa, Abdurachman mengimbau masyarakat tetap fokus memperkuat iman, takwa, serta menjaga silaturahmi antarumat beragama menyambut bulan suci.
Beberapa agenda rutin yang telah disiapkan Kemenag Morotai meliputi:
- Peringatan Nuzulul Qur’an.
- Buka puasa bersama.
- Safari Ramadan ke berbagai wilayah.
Terkait penetapan besaran zakat fitrah, Kemenag Morotai belum memberikan rincian angka pasti. Pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Pulau Morotai melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Untuk zakat fitrah, kami akan rapat dulu dengan Pemda. Kita akan melihat perkembangan harga bahan pokok di pasar sebelum menentukan besaran nilai fitrahnya,” pungkas Abdurachman.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.